Minggu, 06 Juni 2010

Anak gaol keretaa

Tuing tuing .. Mau cerita dikit ahh ttg kehidupan berkeretaku. Kereta pertamaku (yg pertama dinaikin maksudnya) adalah semasa aku SMA kelas XI. kereta pertama yg kunaiki setelah 17tahun aku hidup (hiperbolabekel). Kereta ekonomi tujuan (maaf saya lupa'), yang intinya saya menaiki kereta itu bersama teman sekolah menuju tempat dimana pensi SMA kami diadakan (pensi pertama dan cukup untuk yg terakhir kudatangi). Berhubung ini pertamakalinya naik kereta, jd ajaib sendiri,,ga nyangka bisa jg naik kereta (terharu). Memandangi sudut sudut kereta (oh begini tohh dalemnya ~maaf saya emang agak katro untuk yg beginian,maklum anak pingitan ga pernah keluar jauh.hhe.ngeless). Bagiku mungkin itu kereta pertama dan terakhirku (sherina mode: ON)..Selain karena berpikiran hidupku bisa saja berakhir hari ini, aku jg berpikir kapan lg coba naik kereta. Ternyata eh ternyata ,alhamdulillah hari itu bukan terakhir kalinya aku merasakan amazingnya berkereta. Bahkan sekarang pun aku menulis post ini di stasiun kereta, sudah 4tahun semenjak kereta pertamaku.ntar dulu y keretanya mau datangg.


***yap sekarang saya sudah berada di dalam kereta menuju bogor. Lanjut lagi... Jadi,ternyata alhamdulillah dan qodarulloh, aku diterima di fakultas kedokteran hewan institut pertanian bogor (bogor ya,bukan bandung). Nah apa hubungannya dgn kereta yg sedang aku bicarakan sebelumnya? Karena berawal diterimanya aku di IPB inilah,akhirnya kereta menjadi bagian 2/7 kehidupanku. Kenapa 2/7? Karena 2x dalam seminggu (bukan lagu afgan lho ya!) aku merasakan capeknya berkereta. Awalnya sih oke oke aja berkereta, tp lama-lama bosen juga karena 1jam perjalanan menuju bogor membuatku jenuh juga. Maklum stasiun bogor adalah stasiun terakhir, dan setelah penelitianku menghasilkan fakta bahwa butuh 1jam dari stasiun tebet menuju stasiun bogor dengan melewati 15 stasiun terlebih dahulu. Jadilah setelah 1smester pertamaku,aku beralih begitu saja ke bis jurusan bogor-cawang. Namun,Alloh berkehendak lain. Aku memang ditakdirkan dengan kereta, setelah bis yg menuju cawang ataupun sebaliknya ditiadakan karena sang cawang ternyata hanyalah terminal bayangan yang diharamkan lg keberadaannya.

 Lengkap sudah kehidupanku di kereta. Tidak seperti awalnya aku bahkan bertanya kpd 2org berbeda dimana stasiun bogor (untuk memastikan aku tdk terlewat), dan hasil surveyku thdp 2org itu bahwa stasiun bogor adalah stasiun terakhir benar adanya. Sekarang sih udah khatam abis dengan kereta ini,yah walaupun masih belum hapal urutan dari stasiun tebet ke bogor, suka kebolak balik soalnya antara cilebut,bojong,dan citayam (kali ini bener urutannya.yei!). Setidaknya sekarang aku sudah dengan cueknya tidur di kereta (ga takut kelewatan lg),tidur sambil duduk alhamdulillah, tidur sambil berdiri pun siappp. Kekesalanku terhadap kereta pun mulai terungkap. Karena keretanya telatlah, kecepetan berangkatnya lah (jd mau lo apa sih), macetlah, harus pindah kereta lah, bolos kuliah gara gara kereta masih mogokk,apalagi petugasnya yang kadang suka salah kasih informasi (tujuan bogor,eh pas di bojong malah balik mundur~ternyata itu kereta balik). Yah,ada ada saja. Suka sebel jg sama cecowok yg ga mau mengalah tempat duduk sama gadis bhkan nenek nenek. Banyak kejahatan yang tampak di kereta (salah satunya ya tadi itu, tdk maunya sebagian lelaki memberikan cuma cuma kursi yg didudukinya), tp banyak juga kebaikan yang terlihat di kereta ini. Salah satunya ketika aku diajak berbicara dengan orang sebelahku bahkan sampai ada ibu ibu yang memberiku informasi bermakna (tentang kereta balik itu). Apalagi kalau bertemu anak kecil yang lucu di kereta,hmm senangnyaaa. Dan ternyata setelah saya menulis kurang lebih 3700an huruf,saya masih belum sampai juga di stasiun bogor. Entah skrg sudah dimana (saving error kumatt lagii)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan komen dengan sopan ..heheuu